Perbandingan Rincian Biaya Menerbitkan Buku QRCBN VS ISBN, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Bagi penulis pemula yang ingin menerbitkan buku pertama, salah satu hal yang sering menimbulkan kebingungan adalah memilih jenis kode identitas buku. Bingung antara menggunakan QRCBN atau ISBN lebih tepatnya.

Kebingungan ini sangat wajar. Terlebih lagi jika penulis belum mengetahui kelebihan, proses pengajuan hingga manfaat dari masing-masing identitas buku tersebut. Dan yang tidak kalah penting terkait biaya penerbitan dari masing-masing jenis kode tersebut.

Perbandingan Rincian Biaya Menerbitkan Buku QRCBN VS ISBN, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Nah, artikel kali ini akan membahas secara lengkap mengenai biaya menerbitkan buku QRCBN vs ISBN, termasuk perbandingan manfaatnya. Dengan memahami perbedaan tersebut, kamu dapat menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan penerbitan bukumu. Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini:

Apa Itu QRCBN?

QRCBN merupakan singkatan dari QR Code Book Number. Kode ini berfungsi sebagai identitas buku yang berlaku secara nasional.

Proses pengajuan QRCBN dilakukan melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Salah satu kelebihan dari QRCBN adalah proses pengajuannya relatif cepat. Dalam banyak kasus, kode ini bisa diterbitkan hanya dalam waktu satu hari kerja.

Kecepatan proses tersebut membuat QRCBN sering menjadi pilihan bagi penulis atau penerbit yang membutuhkan identitas buku dengan segera. Misalnya untuk kebutuhan distribusi terbatas, buku komunitas, atau buku yang tidak menargetkan pasar internasional.

Apa Itu ISBN?

Sedangkan ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number. Sesuai namanya, kode ini merupakan identitas buku yang berlaku secara internasional.

ISBN juga diajukan melalui Perpustakaan Nasional. Namun, proses pengajuannya biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan QRCBN. Umumnya, penerbit harus menunggu minimal sekitar tujuh hari kerja hingga ISBN diterbitkan.

Lama proses tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, jumlah pengajuan ISBN sangat banyak karena digunakan oleh berbagai penerbit di seluruh Indonesia. Kedua, ada standar tertentu yang harus dipenuhi oleh sebuah buku agar dapat memperoleh ISBN.

Biaya Menerbitkan Buku QRCBN

Secara umum, pengajuan QRCBN melalui Perpustakaan Nasional tidak dikenakan biaya. Namun, dalam praktiknya penulis biasanya menggunakan jasa penerbit atau layanan penerbitan buku yang membantu proses pengajuan tersebut.

Karena itu, biaya yang dikeluarkan biasanya berkaitan dengan layanan penerbitan, seperti:

  • Pengurusan administrasi QRCBN
  • Layout dan desain buku
  • Editing naskah
  • Desain sampul
  • Proses cetak buku

Rekomendasi layanan penerbitan buku dengan kode QRCBN

Nah, harga di beberapa penyedia layanan penerbitan tentunya berbeda-beda, ya. Namun, jika kamu ingin mencari harga terbaik dengan pelayanan optimal, kamu bisa menggunakan jasa penerbitan buku dari Detak Publisher.

Khususnya, kamu bisa mengambil Paket Terbit Hemat. Dengan Paket Terbit Hemat ini kamu cukup mengeluarkan biaya hanya sekitar Rp700K-an saja. Nah, detail layanan yang kamu peroleh bisa kamu lihat di bawah ini:

Perbandingan Rincian Biaya Menerbitkan Buku QRCBN VS ISBN, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Layanan

Daftar layanan yang akan kamu peroleh:

  • Terbit dengan kode QRCBN
  • Layout buku
  • Desain cover
  • Editing naskah
  • Poster promosi
  • Dan free pembatas buku
  • Free 5 eksemplar buku
Benefit

Dan berikut ini ialah benefit yang akan kamu peroleh:

  • Berkesempatan menjadi pengisi podcast Kataloka dari Detak Pustaka
  • Berkesempatan menjadi pemateri di webinar kepenulisan yang diselenggarakan oleh Detak Pustaka
  • Buku maupun penulisnya akan diliput oleh portal media online
  • Penjualan marketplace dan Gramedia Digital
  • Royalti 15%
  • Buku masuk katalog pengadaan buku sehingga berpotensi dibeli oleh perpustakaan instansi pemerintah maupun swasta

Biaya Menerbitkan Buku ISBN

Sama seperti QRCBN, pengajuan ISBN melalui Perpustakaan Nasional pada dasarnya juga tidak dipungut biaya. Namun, penulis harus mengurusnya melalui penerbit. Sebab, pengajuan ISBN tidak bisa dilakukan melalui perorangan, harus penerbit yang telah memiliki legalitas.

Nah, karena standar penerbitan untuk buku ber‑ISBN umumnya lebih ketat, biaya paket penerbitan yang menyertakan ISBN sering kali lebih tinggi dibandingkan layanan yang hanya menggunakan QRCBN. Namun kamu jangan khawatir, jika kamu menerbitkan buku di penerbit yang tepat biaya yang kamu keluarkan akan sebanding dengan kualitas buku yang kamu terbitkan.

Rekomendasi jasa penerbitan buku ber-ISBN

Salah satu rekomendasi jasa penerbitan buku ber-ISBN yang bisa kamu percaya yaitu Detak Publisher. Detak Publisher sendiri telah dipercaya oleh ribuan penulis dari kalangan akademis maupun penulis profesional yang ingin meningkatkan kualitas bukunya dengan ISBN.

Nah, untuk harga paket penerbitan buku ber-ISBN ini bervariasi, ya. Tergantung pada fasilitas tambahan yang ingin kamu berikan ke bukumu. Misalnya untuk harga penerbitan buku ber-ISBN harganya beda dengan harga buku ber-ISBN + HaKI (hak cipta).

Untuk contoh harganya akan kami sajikan yang khusus penerbitan buku ber-ISBN saja ya. Detail layanan dan fasilitas nya bisa kamu lihat di bawah ini:

Perbandingan Rincian Biaya Menerbitkan Buku QRCBN VS ISBN, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Layanan

Daftar layanan yang akan kamu peroleh:

  • Terbit dengan ISBN
  • Layout buku
  • Desain cover
  • Editing naskah
  • Poster promosi
  • Dan free pembatas buku
  • Free 5 eksemplar buku
Benefit

Dan berikut ini ialah benefit yang akan kamu peroleh:

  • Berkesempatan menjadi pengisi podcast Kataloka dari Detak Pustaka
  • Berkesempatan menjadi pemateri di webinar kepenulisan yang diselenggarakan oleh Detak Pustaka
  • Buku maupun penulisnya akan diliput oleh portal media online
  • Penjualan marketplace dan Gramedia Digital
  • Royalti 15%
  • Buku masuk katalog pengadaan buku sehingga berpotensi dibeli oleh perpustakaan instansi pemerintah maupun swasta

Jika kamu ingin tahu paket menerbitkan buku ber-ISBN lainnya langsung kunjungi link berikut: jasa penerbitan buku ber-ISBN. Jika kamu ingin konsultasi atau memesan langsung saja klik link berikut: KONSULTASI/PEMESANAN.

Perbandingan QRCBN VS ISBN

Agar lebih mudah dipahami, dan kamu bisa menentukan pilihan yang tepat, berikut perbandingan antara QRCBN dan ISBN dari beberapa aspek penting yang sering menjadi pertimbangan penulis ketika akan menerbitkan buku:

1. Jangkauan Identitas

Perbedaan paling mendasar antara QRCBN dan ISBN terletak pada jangkauan identitasnya. QRCBN merupakan kode identifikasi buku yang berlaku secara nasional. Artinya, kode ini berguna sebagai penanda bahwa buku tersebut telah terdata secara resmi di lingkungan penerbitan Indonesia.

Dengan adanya QRCBN, sebuah buku tetap memiliki identitas yang tercatat secara administratif. Hal ini cukup membantu bagi penulis yang hanya ingin mendistribusikan buku secara terbatas, misalnya untuk kebutuhan komunitas, pelatihan, dokumentasi kegiatan, atau penjualan secara mandiri.

Sementara itu, ISBN merupakan kode identitas buku yang berlaku secara internasional. Kode ini digunakan secara global dan diakui oleh berbagai lembaga penerbitan, perpustakaan, hingga sistem distribusi buku di berbagai negara. Dengan ISBN, sebuah buku akan lebih mudah dikenali dalam sistem katalog internasional.

Karena jangkauannya lebih luas, buku ber-ISBN umumnya memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke berbagai ekosistem penerbitan profesional. Seperti toko buku besar, perpustakaan, hingga katalog penerbit internasional.

2. Kecepatan proses pengajuan

Perbedaan berikutnya terletak pada kecepatan proses pengajuan kode identitas buku. QRCBN dikenal memiliki proses yang jauh lebih cepat. Dalam banyak kasus, pengajuan QRCBN dapat disetujui hanya dalam waktu satu hari kerja setelah dokumen yang dibutuhkan dinyatakan lengkap.

Kecepatan ini menjadi salah satu alasan mengapa sebagian penulis memilih QRCBN. Terutama ketika mereka membutuhkan identitas buku dalam waktu singkat.

Sebaliknya, proses pengajuan ISBN membutuhkan waktu yang lebih lama. Rata-rata prosesnya memerlukan waktu minimal sekitar tujuh hari kerja. Bahkan dalam kondisi tertentu, proses tersebut bisa memakan waktu lebih panjang.

Hal ini terjadi karena jumlah pengajuan ISBN sangat banyak dari berbagai penerbit di Indonesia. Selain itu, Perpustakaan Nasional juga melakukan proses verifikasi terhadap kelengkapan dan standar penerbitan buku yang diajukan.

3. Standar penerbitan buku

ISBN memiliki standar penerbitan yang relatif lebih ketat dibandingkan QRCBN. Buku yang diajukan untuk memperoleh ISBN harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu, baik dari sisi kelengkapan data maupun format penerbitannya.

Sebagai contoh, buku biasanya harus memiliki elemen penting seperti halaman judul, identitas penerbit, halaman hak cipta, serta struktur buku yang jelas. Selain itu, informasi bibliografi buku juga harus disusun dengan benar agar dapat dimasukkan ke dalam sistem katalog nasional.

Proses verifikasi inilah yang membuat pengajuan ISBN membutuhkan waktu lebih lama. Namun, di sisi lain hal ini juga membuat buku yang ber-ISBN terlihat lebih profesional karena mengikuti standar penerbitan yang berlaku.

4. Kebutuhan distribusi dan kredibilitas buku

Aspek lain yang penting untuk dipertimbangkan adalah tujuan distribusi buku. Jika buku hanya akan didistribusikan secara terbatas, misalnya untuk komunitas tertentu, kegiatan pelatihan, atau penjualan mandiri secara online, maka QRCBN sering kali sudah cukup untuk digunakan.

Namun, jika penulis memiliki rencana distribusi yang lebih luas, ISBN biasanya menjadi pilihan yang lebih tepat. Banyak toko buku, perpustakaan, dan lembaga pendidikan yang lebih mudah menerima buku yang memiliki ISBN karena kode tersebut sudah menjadi standar identitas buku secara global.

Selain itu, ISBN juga sering dianggap memberikan nilai kredibilitas yang lebih tinggi dalam dunia penerbitan. Buku yang memiliki ISBN biasanya dipersepsikan sebagai buku yang telah melalui proses penerbitan yang lebih profesional.

5. Kebutuhan akademik dan poin KUM untuk dosen

Bagi penulis yang berasal dari kalangan akademisi, khususnya dosen, pemilihan kode identitas buku juga perlu mempertimbangkan kebutuhan administratif dalam dunia pendidikan tinggi. Dalam sistem penilaian kinerja dosen di Indonesia, terdapat yang disebut dengan poin KUM (Kredit Kumulatif).

Poin tersebut digunakan untuk menilai berbagai aktivitas akademik dosen, termasuk publikasi buku. Nah, agar sebuah buku dapat diakui sebagai karya ilmiah yang berkontribusi pada perolehan poin KUM, buku tersebut umumnya harus memiliki ISBN.

Hal ini karena ISBN merupakan standar identitas buku yang diakui secara luas dalam dunia akademik. Sebaliknya, buku yang hanya memiliki QRCBN biasanya tidak digunakan sebagai dasar penilaian dalam pengajuan poin KUM.

Oleh karena itu, bagi dosen yang memiliki tujuan untuk meningkatkan jenjang karier akademiknya melalui publikasi buku, penerbitan buku dengan ISBN menjadi pilihan yang lebih relevan.

Lebih Baik Pilih QRCBN atau ISBN?

Pemilihan antara QRCBN dan ISBN sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penerbitan bukumu. Jika kamu ingin menerbitkan buku dengan proses yang cepat dan kebutuhan distribusi yang tidak terlalu luas, QRCBN bisa menjadi pilihan yang cukup praktis.

Proses pengajuannya lebih cepat dan cocok untuk buku yang ditujukan bagi komunitas, pelatihan, dokumentasi kegiatan, atau penjualan mandiri dalam skala terbatas. Sebaliknya, jika kamu ingin buku memiliki jangkauan yang lebih luas, terlihat lebih profesional, serta berpotensi masuk ke toko buku, perpustakaan, atau kebutuhan akademik, maka ISBN biasanya menjadi pilihan yang lebih tepat.

ISBN juga penting bagi penulis dari kalangan akademisi karena buku ber-ISBN dapat digunakan untuk keperluan penilaian karya ilmiah. Dengan kata lain, QRCBN cocok untuk kebutuhan penerbitan yang cepat dan sederhana, sedangkan ISBN lebih sesuai untuk buku yang ditujukan ke pasar yang lebih luas.

Nah, itulah pemaparan lengkap terkait perbandingan rincian biaya menerbitkan buku QRCBN VS ISBN. Setelah membaca pemaparan di atas, kamu akan memilih menerbitkan buku dengan kode yang mana?

Apapun pilihanmu, pastikan untuk segera menyelesaikan dan menyempurnakan naksahmu, ya. Semangat berkarya!

Baca artikel terkait