

Bagi penulis pemula yang baru pertama kali menerbitkan buku, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, berapa lama pengajuan ISBN? Pertanyaan ini sangat wajar, terlebih proses pengurusan ISBN tidak bisa dilakukan sendiri melainkan melalui penerbit.
Pada dasarnya, proses pengajuan ISBN memang tidak selalu berlangsung dalam waktu yang sama. Ada buku yang prosesnya relatif cepat, tetapi ada juga yang memerlukan waktu lebih lama.
Proses tersebut tergantung dengan antrian dan kualitas bukunya. Kualitas buku di sini tidak hanya terkait dengan isi konten, tapi juga termasuk unsur-unsur sebuah buku seperti cover, kdt, kata pengantar dan lain sebagainya.
Nah, jika kamu ingin tahu berapa lama waktu pengurusan ISBN serta apa saja tips agar prosesnya bisa cepat, kamu bisa membaca artikel kali ini sampai tuntas, ya. Yuk, segera kupas berbagai hal terkait lama proses pengajuan ISBN pada uraian di bawah ini:
Secara umum, proses pengajuan ISBN di Indonesia memerlukan waktu sekitar 3 sampai 7 hari kerja setelah semua dokumen dinyatakan lengkap. Namun dalam beberapa kondisi tertentu, proses ini bisa berlangsung lebih lama.
Misalnya ketika jumlah pengajuan sedang tinggi atau terdapat dokumen yang perlu diperbaiki. Karena itu, penulis perlu memahami bahwa proses pengajuan ISBN tidak selalu bisa selesai dalam satu hari dan lama prosesnya juga dipengaruhi oleh banyak faktor.
Tidak semua pihak dapat mengajukan ISBN secara langsung. Di Indonesia, pengajuan ISBN dilakukan oleh penerbit yang sudah terdaftar.
Penerbit tersebut nantinya akan mengajukan permohonan ISBN melalui sistem resmi yang disediakan oleh lembaga pengelola ISBN (Perpustakaan Nasional). Karena itu, sebagian besar penulis biasanya mengurus ISBN melalui penerbit atau melalui jasa penerbitan buku.
Banyak penulis pemula bertanya mengapa mereka tidak bisa mengajukan ISBN sendiri. Hal ini berkaitan dengan sistem administrasi penerbitan buku.
Pengajuan ISBN biasanya membutuhkan identitas penerbit yang sudah terdaftar dalam sistem nasional. Tanpa status tersebut, permohonan ISBN tidak dapat diproses.
Buku yang memiliki ISBN memiliki berbagai manfaat penting, antara lain

Oke, agar lama proses pengajuan ISBN jadi lebih singkat, kamu perlu tahu nih syarat apa saja yang harus terpenuhi. Nah, sebelum proses pengajuan ISBN dilakukan, penerbit biasanya harus menyiapkan sejumlah dokumen pemberkasan terlebih dahulu.
Dokumen ini berfungsi untuk memastikan bahwa buku yang diajukan memang sudah siap diterbitkan dan memiliki identitas penerbitan yang jelas. Semakin lengkap berkas yang disiapkan, semakin lancar pula proses pengajuan ISBN.
Secara umum, berikut beberapa dokumen yang biasanya diperlukan dalam pemberkasan pengajuan ISBN:
Dummy buku merupakan versi pratinjau dari buku yang sudah disusun seperti bentuk buku sebenarnya. Dokumen ini biasanya sudah memuat seluruh isi naskah mulai dari halaman awal hingga halaman terakhir, termasuk desain sampul depan dan belakang.
Berkas administrasi ini digunakan sebagai pelengkap data penerbitan. Surat permohonan dan pernyataan keaslian karya menunjukkan bahwa naskah tersebut benar-benar milik penulis dan tidak melanggar hak cipta pihak lain.
Sementara itu, KDT (Katalog Dalam Terbitan), kata pengantar, dan daftar isi menjadi bagian penting dalam struktur awal buku. Yang mana dengan adanya beberapa daftar tersebut menunjukkan bahwa bukumu tersebut memang sudah siap untuk disebarluaskan ke khalayak.
Dalam beberapa sistem penerbitan, buku yang akan diajukan ISBN-nya juga perlu didaftarkan terlebih dahulu di katalog atau website resmi milik penerbit. Tujuannya adalah agar data buku sudah tercatat secara digital sebelum nomor ISBN diterbitkan.
Pada dasarnya proses pengajuan ISBN tidak memerlukan waktu yang terlalu lama jika semua persyaratan sudah terpenuhi. Namun dalam praktiknya, ada beberapa kondisi yang dapat membuat proses tersebut berjalan lebih lambat dari perkiraan, yaitu:
Salah satu penyebab paling umum dari lamanya pengajuan ISBN adalah dokumen yang belum lengkap. Seperti dijelaskan sebelumnya, pengajuan ISBN membutuhkan sejumlah berkas penting seperti dummy naskah, desain sampul depan dan belakang, surat permohonan, hingga berbagai lampiran administrasi lainnya.
Jika salah satu dokumen tersebut belum tersedia atau masih perlu diperbaiki, maka pengajuan ISBN biasanya tidak dapat langsung diproses. Pihak penerbit atau tim administrasi harus menunggu hingga semua berkas benar-benar lengkap sebelum melanjutkan ke tahap pengajuan.
Karena itu, kelengkapan dokumen sejak awal menjadi faktor yang sangat menentukan cepat atau lambatnya proses ini. Semakin siap berkas yang disediakan, semakin kecil kemungkinan terjadinya penundaan.
Selain dokumen administrasi, kondisi naskah juga sangat mempengaruhi proses pengajuan ISBN. Buku yang masih dalam tahap revisi biasanya belum dapat diajukan ISBN-nya karena data buku yang diajukan harus bersifat final.
Sebagai contoh, perubahan pada judul buku, nama penulis, atau jumlah halaman dapat memengaruhi data bibliografi yang tercatat dalam sistem ISBN. Jika perubahan masih sering terjadi, pengajuan ISBN berisiko harus diperbarui kembali.
Oleh karena itu, penerbit biasanya menunggu hingga naskah benar-benar selesai diedit, ditata layout-nya, dan siap cetak sebelum melakukan pengajuan ISBN. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kesalahan data yang dapat menyulitkan proses distribusi buku di kemudian hari.
Faktor lain yang juga dapat mempengaruhi lamanya proses pengajuan ISBN adalah tingginya jumlah permohonan yang sedang diproses. Dalam periode tertentu, jumlah penerbit atau penulis yang mengajukan ISBN bisa meningkat secara signifikan.
Ketika jumlah pengajuan sedang tinggi, proses verifikasi data biasanya memerlukan waktu lebih lama dibandingkan kondisi normal. Hal ini bukan berarti pengajuan bermasalah, melainkan karena sistem sedang memproses banyak permohonan secara bersamaan.
Situasi seperti ini sering terjadi pada periode tertentu. Misalnya ketika banyak penerbit menargetkan jadwal terbit buku pada waktu yang sama.
Ketidaksesuaian data juga menjadi salah satu faktor yang sering menyebabkan proses pengajuan ISBN harus ditunda. Kesalahan tersebut bisa berupa penulisan nama penulis yang tidak konsisten, judul buku yang berubah, atau informasi penerbit yang belum sesuai.
Jika kesalahan seperti ini ditemukan pada saat proses verifikasi, pihak yang mengajukan ISBN biasanya diminta untuk memperbaiki data terlebih dahulu sebelum proses dapat dilanjutkan. Proses koreksi ini tentu memerlukan waktu tambahan karena data harus diperiksa kembali dari awal.
Oleh sebab itu, penting bagi penulis dan penerbit untuk memastikan seluruh data buku sudah benar sejak awal. Dengan begitu, proses pengajuan ISBN dapat berjalan lebih lancar tanpa perlu melalui tahap perbaikan berulang.
Salah satu faktor lain yang dapat mempengaruhi lama proses pengajuan ISBN yakni format atau isi buku. Yang mana bila isi buku yang kamu ajukan masih seperti karya tulis ilmiah atau tugas kuliah, pihak Perpustakaan Nasional akan menolaknya.
Oleh karena itu, sebelum proses pengajuan kamu perlu mempertimbangkan bahwa naskah bukumu benar-benar telah sesuai dengan format buku. Jika memang bukumu tersebut berasal dari KTI, maka kamu perlu melakukan parafrase atau konversi KTI.
Ini berarti, kamu harus mengubah format sampai dengan gaya bahasanya. Sehingga hasilnya ialah buku ilmiah yang nyaman dibaca oleh berbagai kalangan, baik dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum.
Dengan demikian, bukumu tersebut telah memenuhi satu syarat untuk mendapatkan ISBN. Yakni buku tersebut dapat digunakan oleh kalangan luas, bukan kalangan terbatas.
Jika kamu menggunakan jasa penerbitan buku atau jasa pengurusan ISBN, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Nah, itulah berbagai hal seputar berapa lama proses pengajuan ISBN. Jadi bagaimana, apakah naskah bukumu sudah termasuk kategori yang bisa mendapatkan ISBN dalam waktu yang cepat?