

Menulis karya ilmiah seperti skripsi atau seminar proposal (sempro) merupakan tahap penting dalam perjalanan akademik mahasiswa. Pada tahap ini, setiap bagian tulisan dituntut untuk disusun secara sistematis dan berbasis pada kaidah ilmiah yang jelas.
Salah satu bagian yang memiliki peran krusial adalah landasan teori, karena menjadi fondasi utama dalam membangun argumentasi penelitian. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam menyusun landasan teori.
Kebingungan biasanya muncul ketika harus menentukan teori yang relevan, menyusun alur pembahasan yang runtut, hingga membedakan antara landasan teori dan tinjauan pustaka. Akibatnya, penulisan menjadi kurang terarah dan belum sepenuhnya mencerminkan standar akademik yang diharapkan.
Oleh karena itu, memahami cara membuat landasan teori secara tepat menjadi hal yang sangat penting. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan memaparkannya secara lengkap untukmu. Yuk simak pembahasan lengkapnya berikut ini:
Pertama mari kita ulik, apa sebenarnya landasan teori itu. Definisi landasan teori adalah kumpulan teori, konsep, dan pendapat para ahli yang relevan dengan topik penelitian yang sedang dikaji.
Landasan teori digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan variabel penelitian serta hubungan antar variabel. Dalam konteks karya ilmiah, landasan teori skripsi berfungsi sebagai pijakan ilmiah yang mendukung penelitian. Artinya, setiap argumen yang kamu tulis harus memiliki dasar teori yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Oke sekarang kita membahas perbedaan antara landasan teori dan tinjauan pustaka yang sebagian mahasiswa kadang belum terlalu memahaminya. Keduanya memang sama-sama bersumber dari literatur ilmiah, tetapi memiliki fungsi, fokus, dan cara penyajian yang berbeda. Agar kamu makin paham apa saja perbedaannya baca uraian di bawah ini, ya.
Landasan teori adalah kumpulan teori, konsep, dan definisi yang digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan variabel penelitian dan hubungan antar variabel. Bagian ini menekankan pada kerangka konseptual yang menjadi pijakan ilmiah penelitian.
Sebaliknya, tinjauan pustaka merupakan rangkuman sekaligus analisis terhadap penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Fokusnya bukan hanya pada teori, tetapi juga pada temuan empiris dari studi sebelumnya.
Fungsi utama landasan teori adalah memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk menjelaskan fenomena yang diteliti. Melalui teori yang digunakan, peneliti dapat membangun argumen yang logis dan terarah.
Sementara itu, tinjauan pustaka berfungsi untuk menunjukkan posisi penelitian di antara penelitian sebelumnya. Bagian ini membantu mengidentifikasi celah penelitian (research gap) serta memperkuat urgensi dilakukannya penelitian.
Isi landasan teori lebih menekankan pada pemaparan konsep, definisi, dan teori dari para ahli yang relevan dengan variabel penelitian. Penyajiannya biasanya dimulai dari konsep umum menuju konsep yang lebih spesifik.
Di sisi lain, isi tinjauan pustaka berfokus pada ringkasan hasil penelitian terdahulu, perbandingan antar penelitian, serta analisis kritis terhadap kelebihan dan kekurangan penelitian tersebut.
Dalam penulisan landasan teori yang benar, pendekatan yang digunakan bersifat konseptual. Artinya, penulis berusaha menjelaskan teori secara sistematis dan mengaitkannya dengan variabel penelitian.
Sebaliknya, tinjauan pustaka menggunakan pendekatan analitis dan komparatif. Penulis tidak hanya memaparkan, tetapi juga membandingkan serta mengkritisi penelitian sebelumnya.
Lalu, apa saja yang termuat di dalam sebuah landasan teori. Pada masing-masing landasan teori itu umumnya berisi:
Bagian pertama yang perlu kamu jelaskan adalah konsep dasar dari setiap variabel penelitian. Pada tahap ini, kamu perlu memaparkan definisi variabel berdasarkan pendapat para ahli yang kredibel.
Penyajian definisi sebaiknya tidak hanya satu. Namun, beberapa definisi yang kemudian dapat kamu simpulkan menjadi pengertian operasional.
Nah, dengan menyajikan beberapa sudut pandang, tulisanmu akan terlihat lebih kaya secara akademik. Selain itu, pembaca juga dapat memahami bagaimana variabel tersebut dipandang dalam berbagai perspektif keilmuan.
Setelah menjelaskan konsep dasar, langkah berikutnya adalah menguraikan teori-teori yang relevan dengan variabel penelitian. Teori ini berfungsi sebagai dasar dalam menjelaskan fenomena yang kamu teliti.
Penting untuk memilih teori yang benar-benar sesuai, bukan sekadar banyak. Setiap teori yang disajikan harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan topik penelitian. Selain itu, usahakan menggunakan sumber yang mutakhir agar kualitas landasan teori proposal penelitian semakin kuat.
Selanjutnya, kamu perlu menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti. Pada bagian ini, kamu dapat menguraikan bagaimana satu variabel memengaruhi variabel lainnya berdasarkan teori yang telah dipaparkan sebelumnya.
Penjelasan hubungan ini menjadi jembatan antara teori dan penelitian yang akan dilakukan. Oleh karena itu, penyajiannya harus logis, runtut, dan didukung oleh referensi yang relevan.
Meskipun pembahasan utama penelitian terdahulu berada di tinjauan pustaka, dalam landasan teori kamu tetap dapat menyisipkan hasil penelitian yang mendukung teori yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat argumen bahwa teori tersebut memang telah terbukti secara empiris. Namun, penyajiannya harus tetap fokus pada penguatan teori, bukan membahas penelitian secara mendalam seperti di tinjauan pustaka.
Bagian terakhir yang tidak kalah penting adalah kerangka pemikiran. Kerangka pemikiran merupakan rangkuman dari seluruh teori dan konsep yang telah dibahas sebelumnya, yang kemudian disusun menjadi alur logis penelitian.
Pada bagian ini, kamu menjelaskan bagaimana variabel-variabel yang diteliti saling berhubungan dan mengarah pada rumusan masalah serta hipotesis (jika ada). Kerangka pemikiran biasanya disajikan dalam bentuk narasi dan dapat dilengkapi dengan bagan agar lebih mudah dipahami.

Sekarang kita akan masuk ke pembahasan inti, tentang cara membuat landasan teori. Simak pada uraian di bawah ini yang untuk mengetahui tahap-tahapannya:
Langkah pertama dalam cara membuat landasan teori adalah menentukan variabel yang akan kamu teliti. Variabel ini menjadi titik awal dalam menyusun keseluruhan landasan teori karena akan menentukan arah pencarian referensi serta teori yang digunakan.
Oleh karena itu, kamu perlu memastikan bahwa variabel yang kamu pilih sudah sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Selain itu, pemahaman yang mendalam terhadap variabel juga sangat penting.
Kamu tidak hanya perlu mengetahui definisinya, tetapi juga indikator, dimensi, serta bagaimana variabel tersebut diukur dalam penelitian. Dengan begitu, proses penyusunan landasan teori akan menjadi lebih terarah dan tidak melebar ke pembahasan yang tidak relevan.
Setelah kamu menentukan variabel, langkah berikutnya adalah mengumpulkan referensi teori yang relevan. Sumber yang bisa kamu gunakan bisa berupa buku teks, jurnal ilmiah, prosiding, maupun artikel akademik yang kredibel.
Pastikan kamu memilih sumber yang memiliki reputasi baik, ya. Jika memungkinkan, gunakan referensi terbaru agar landasan teori proposal penelitian tetap актуал dan kuat.
Dalam proses ini, kamu juga perlu selektif dalam memilih referensi. Tidak semua sumber harus kamu masukkan ke dalam tulisan.
Pilihlah teori yang benar-benar mendukung penelitianmu dan memiliki keterkaitan langsung dengan variabel yang akan kamu bahas. Dengan demikian, isi landasan teori akan lebih fokus dan tidak terkesan sekadar mengumpulkan kutipan.
Setelah referensi terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengelompokkan teori berdasarkan variabel atau tema pembahasan. Pengelompokan ini penting agar penulisan menjadi lebih sistematis dan mudah diikuti oleh pembaca.
Setiap kelompok teori sebaiknya memiliki fokus yang jelas sesuai dengan variabel penelitian. Dengan melakukan pengelompokan, kamu juga dapat melihat keterkaitan antar teori yang digunakan.
Hal tersebut akan memudahkan dalam menyusun alur pembahasan yang logis dan menghindari pengulangan informasi. Pada akhirnya, landasan teori skripsi yang kamu tulis akan terlihat lebih rapi dan terstruktur.
Langkah berikutnya adalah menyusun teori-teori tersebut secara sistematis. Umumnya, penulisan landasan teori yang benar dimulai dari konsep yang bersifat umum, kemudian mengerucut ke konsep yang lebih spesifik sesuai dengan fokus penelitian.
Alur ini membantu pembaca memahami konteks sebelum masuk ke pembahasan inti. Selain itu, perhatikan juga kesinambungan antar paragraf.
Setiap paragraf harus saling terhubung dan tidak berdiri sendiri. Gunakan kalimat penghubung yang tepat agar alur tulisan terasa mengalir.
Langkah terakhir adalah menghubungkan setiap konsep yang telah dibahas. Pada tahap ini, kamu perlu menunjukkan bagaimana teori-teori tersebut saling berkaitan dan mendukung penelitian yang akan dilakukan.
Hubungan antar konsep ini menjadi dasar dalam membangun kerangka pemikiran..Penjelasan yang kamu berikan harus logis dan didukung oleh referensi yang relevan.
Hindari pernyataan yang bersifat asumsi tanpa dasar teori. Dengan menghubungkan antar konsep secara tepat, landasan teori tidak hanya menjadi kumpulan teori, tetapi benar-benar menjadi fondasi yang kuat bagi penelitianmu.
Supaya kamu makin memahami apa itu landasan teori dan bagaimana cara menyusunnya, kamu bisa mengidentifikasi langsung contoh landasan teori. Untuk contoh kali ini kami ambil dari skripsi mahasiswa Unair bernama Ilham Lutfi Arifin. Silakan klik link berikut untuk mengunduh contoh landasan teori:
Itulah pemaparan lengkap terkait landasan teori, khususnya tentang cara membuat landasan teori. Semoga setelah membaca artikel ini dan mempelajari lebih lanjut contoh landasan teori prosesmu menyusun skripsi jadi makin lancar, ya. Tetap semangat!