

Artikel ilmiah dan buku akademik sama-sama menjadi sarana penting untuk menyebarluaskan pengetahuan. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Dalam artikel jurnal, penulis dituntut menyampaikan hasil penelitian secara ringkas, padat, dan langsung pada pokok persoalan. Setiap bagian memiliki batasan ruang yang ketat sehingga pembahasan harus difokuskan pada temuan utama penelitian.
Sebaliknya, buku akademik memberikan ruang yang lebih luas untuk menjelaskan konsep, menguraikan latar belakang suatu persoalan, mengembangkan argumentasi, serta membangun pemahaman pembaca secara bertahap. Karena itu, mengembangkan jurnal menjadi buku tidak cukup hanya dengan menambahkan materi baru.
Penulis juga perlu menyesuaikan gaya penyampaiannya agar tetap akademis, tetapi lebih mengalir, komunikatif, dan mudah dipahami. Nah, apa saja tips atau cara dalam mengubah gaya bahasa jurnal ilmiah menjadi buku, selengkapnya bisa kamu lihat pada uraian di bawah ini:
Sebelum mulai mengubah gaya penulisan, penting untuk memahami bahwa jurnal dan buku memiliki tujuan yang berbeda. Artikel ilmiah bertujuan menyampaikan hasil penelitian secara efisien kepada komunitas akademik.
Karena ruang publikasinya terbatas, penulis dituntut menyampaikan informasi secara ringkas dan langsung pada temuan penelitian. Sementara itu, buku akademik bertujuan membantu pembaca memahami suatu topik secara lebih menyeluruh.
Karena itulah buku memberikan ruang untuk menjelaskan konsep, memaparkan latar belakang, menghubungkan teori dengan praktik, serta membangun argumentasi secara bertahap. Nah, ketika memahami perbedaan tujuan ini, kamu akan lebih mudah menentukan bagian mana yang perlu dikembangkan saat mengubah artikel jurnal menjadi buku.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyalin isi artikel jurnal secara utuh lalu menyusunnya menjadi sebuah buku. Padahal, buku akademik bukan sekadar versi panjang dari jurnal ilmiah.
Ketika mengembangkan jurnal menjadi buku, fokuslah pada gagasan utama yang ingin disampaikan. Setelah itu, kembangkan pembahasannya dengan menambahkan konteks, kajian tambahan, penjelasan yang lebih rinci, maupun berbagai aspek yang tidak sempat dibahas dalam artikel jurnal.
Dengan cara ini, buku akan terasa sebagai karya yang utuh, bukan kumpulan artikel yang dijilid menjadi satu. Pembaca pun akan lebih nyaman ketika membacanya.
Artikel jurnal biasanya ditujukan kepada pembaca yang sudah memahami bidang ilmu tertentu. Karena itu, penulis sering langsung masuk ke pembahasan inti tanpa menjelaskan konsep-konsep dasar secara panjang lebar.
Situasi berbeda berlaku pada buku akademik..Meskipun target pembacanya tetap berasal dari kalangan akademik, tingkat pemahaman mereka bisa beragam. Oleh karena itu, pembahasan perlu dibangun secara bertahap.
Sebelum masuk ke hasil penelitian atau analisis yang kompleks, jelaskan terlebih dahulu konsep-konsep penting yang menjadi fondasi pembahasan. Pendekatan ini akan membantu pembaca mengikuti alur pemikiran yang dibangun dalam buku.
Tips mengubah gaya penulisan jurnal ilmiah menjadi bahasa buku berikutnya yaitu kembangkan penjelasan yang ringkas jadi lebih terperinci. Ini penting sebab, adanya keterbatasan jumlah kata membuat banyak artikel jurnal hanya menjelaskan poin-poin penting secara singkat.
Ketika mengubahnya menjadi buku, kamu memiliki kesempatan untuk memperluas pembahasan tersebut. Misalnya, satu paragraf dalam jurnal dapat berkembang menjadi beberapa halaman dalam buku apabila di dalamnya ditambahkan:
Proses pengembangan inilah yang membuat buku memiliki nilai lebih dibandingkan artikel jurnal.
Salah satu ciri tulisan jurnal adalah paragraf yang padat informasi. Dalam buku akademik, pola seperti ini sering membuat pembaca cepat lelah karena harus mencerna banyak informasi dalam waktu singkat.
Karena itu, susun paragraf dengan alur yang lebih nyaman diikuti. Setiap paragraf sebaiknya berisi satu gagasan utama yang dikembangkan secara bertahap sebelum berpindah ke gagasan berikutnya.
Selain itu, gunakan kalimat transisi untuk menghubungkan satu pembahasan dengan pembahasan lainnya agar alur buku terasa lebih runtut.

Bahasa akademik tidak harus selalu rumit. Banyak penulis terbiasa menggunakan kalimat yang sangat formal ketika menulis jurnal.
Gaya tersebut memang sesuai untuk artikel ilmiah, tetapi belum tentu nyaman dibaca dalam buku sebagai contoh:
“Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diidentifikasi bahwa terdapat hubungan signifikan antara variabel A dan variabel B.”
Kalimat tersebut dapat ditulis ulang menjadi:
“Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel A dan variabel B.”
Maknanya tetap sama, tetapi lebih ringkas dan mudah dipahami.
Tips mengubah gaya penulisan jurnal ilmiah menjadi bahasa buku berikutnya berikutnya yaitu tambahkan penjelasan di balik temuan penelitian. Dalam jurnal, fokus utama biasanya terletak pada hasil penelitian dan pembahasannya.
Sementara itu, buku memberikan ruang yang lebih luas untuk menjelaskan makna dari temuan tersebut. Misalnya, kamu dapat menguraikan:
Konsep yang kompleks akan lebih mudah dipahami ketika disertai contoh. Oleh karena itu, jangan ragu menambahkan ilustrasi, studi kasus, atau contoh penerapan konsep dalam situasi nyata.
Sebagai contoh, ketika membahas kepemimpinan pendidikan, kamu dapat menjelaskan bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam pengelolaan sekolah atau perguruan tinggi. Contoh yang relevan akan membantu pembaca menghubungkan teori dengan praktik.
Artikel jurnal pada dasarnya merupakan karya yang berdiri sendiri. Sebaliknya, buku merupakan satu kesatuan yang terdiri atas berbagai bab yang saling mendukung.
Karena itu, perhatikan hubungan antara satu bab dan bab berikutnya. Pastikan setiap bab memiliki fungsi yang jelas dalam membangun pemahaman pembaca.
Hindari pembahasan yang terasa terpisah atau berdiri sendiri tanpa keterkaitan dengan bab lain. Semakin kuat hubungan antar bab, semakin nyaman buku tersebut dibaca dari awal hingga akhir.
Buku akademik umumnya memiliki cakupan pembahasan yang jauh lebih luas dibandingkan artikel jurnal. Agar pembaca tidak kesulitan mengikuti alur pembahasan, gunakan subbab yang jelas dan terstruktur.
Subbab membantu pembaca memahami:
Struktur yang baik juga membuat buku lebih mudah digunakan sebagai referensi akademik.
Cara sederhana untuk membuat tulisan lebih mengalir adalah membayangkan bahwa kamu sedang menjelaskan suatu konsep kepada rekan dosen atau peneliti yang memiliki bidang ilmu yang berdekatan.
Ketika berdiskusi secara langsung, seseorang biasanya menjelaskan gagasan secara bertahap, memberikan konteks, lalu menghubungkannya dengan contoh atau pengalaman tertentu.
Pola yang sama dapat diterapkan dalam penulisan buku. Sehingga pembahasan terasa lebih komunikatif tanpa kehilangan kedalaman akademiknya.
Dalam artikel jurnal, kajian pustaka sering berisi rangkaian kutipan dari berbagai penelitian sebelumnya. Pendekatan tersebut memang diperlukan untuk menunjukkan posisi penelitian dalam khazanah keilmuan.
Namun, dalam buku akademik, terlalu banyak kutipan yang disusun secara berurutan dapat membuat pembahasan terasa berat. Daripada hanya menampilkan pendapat para ahli, cobalah mengolah berbagai referensi tersebut menjadi narasi yang lebih utuh dan menunjukkan analisis yang kamu bangun sebagai penulis.
Salah satu elemen yang membedakan buku dari jurnal adalah keberadaan narasi penghubung. Narasi ini berfungsi membantu pembaca memahami mengapa suatu topik dibahas dan bagaimana hubungan topik tersebut dengan pembahasan sebelumnya.
Setelah naskah selesai ditulis, lakukan proses penyuntingan dengan fokus pada keterbacaan. Periksa beberapa hal berikut:
Itulah berbagai tips mengubah gaya penulisan jurnal ilmiah menjadi bahasa buku yang bisa kamu gunakan. Prosesnya terasa rumit, tetapi tentu hasilnya akan lebih baik daripada hanya memindahkan artikel jurnalmu dalam format buku semata.
Jika kamu ingin proses yang lebih cepat dan mudah, kamu bisa menggunakan jasa konversi KTI menjadi buku. Saat ini banyak tersedia layanan konversi, salah satunya dari Detak Publisher.
Melalui jasa konversi KTI ini, artikel jurnal milikmu akan diubah menjadi buku yang sesungguhnya. Bukan sekedar naskah buku, tapi buku yang benar-benar sudah terbit. Ini artinya bukumu akan memiliki:
Jika kamu ingin tahu lebih lanjut terkait layanan dan fasilitas lengkap dari jasa konversi KTI Detak Publisher atau ingin langsung memesan silakan hubungi customer service kami di link berikut: KONSULTASI/PEMESANAN.