Tahapan Proses Menerbitkan Buku Ilmiah dari Proses Penulisan sampai Pemasarannya

Menerbitkan buku ilmiah menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan oleh seorang dosen maupun peneliti. Dengan menerbitkan buku ilmiah, kontribusi dan hasil penelitian bisa diakses oleh banyak calon pembaca.

Dalam prosesnya, menerbitkan buku ilmiah memerlukan beberapa tahapan. Mulai dari penulisan, penerbitan sampai pemasaran. Di setiap tahapan tersebut terdiri beberapa proses yang juga tidak sederhana.

Tahapan Proses Menerbitkan Buku Ilmiah dari Proses Penulisan sampai Pemasarannya

Nah, apa saja tahapan prosesnya tersebut bisa kamu simak pada uraian di bawah ini:

Tahap Proses Menulis Buku Ilmiah Ber-ISBN

Buku ilmiah atau buku hasil penelitian pada dasarnya dibagi menjadi tiga jenis yaitu buku monograf, ajar dan juga referensi. Secara umum proses menulis ketiga jenis buku tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menentukan topik

Langkah pertama menulis buku ilmiah hasil penelitian ialah menentukan topiknya yang tentunya harus relevan dengan bidang keahlian kita agar informasi yang tersaji kredibel. Selain kredibel, pastikan juga topik tersebut juga memiliki kontribusi ilmiah yang signifikan dan berguna bagi pembacanya.

2. Melakukan penelitian yang mendalam dan menyusun struktur buku

Setelah topiknya sudah kita tentukan, maka kini saatnya kita untuk melakukan penelitian guna memperoleh data untuk menyusun buku. Pastikan proses penelitiannya komprehensif dengan mengumpulkan data yang valid. Untuk menunjang proses riset, kita bisa menggunakan referensi penunjang seperti jurnal ilmiah, buku referensi, dan lain sebagainya.

Nah, sembari kita melakukan penelitian, agar proses menulis buku semakin mudah maka kita perlu memulai untuk membuat atau menyusun struktur atau outline buku. Secara garis besar outline sebuah buku terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil penelitian, dan kesimpulan.

3. Menulis dengan bahasa ilmiah yang jelas

Jika data telah diperoleh dan outline buku telah selesai maka kini saatnya kita untuk menulis isi buku tersebut. Pastikan ketika kita menulis buku ilmiah bahasa yang kita gunakan itu formal, jelas dan mudah dipahami.

Walaupun kita menggunakan bahasa yang formal, dalam penyusunannya kita tidak dianjurkan terlalu menggunakan bahasa yang teknis tanpa penjelasan yang memadai. Hal tersebut hanya akan membuat pembaca merasa kebingungan. Jangan lupa pula ya kita juga harus memastikan argumen dan temuan didukung oleh bukti yang kuat dan referensi yang relevan.

4. Tahapan proses review

Jika kita telah selesai menuliskan buku ilmiah kita, maka jangan melupakan yang namanya review. Dalam proses review, kita bisa meminta bantuan teman sejawat atau ahli di bidang yang sama dengan kita maupun topik yang kita pilih untuk memberikan masukan terhadap naskah.

Setelah proses review berakhir maka kita perlu memilih mana masukkan atau saran yang sebaiknya diterapkan dan mana yang tidak. Lalu kemudian jika ada saran perbaikan yang ingin kita masukkan maka segera masukkan. Setelah itu baca kembali untuk memastikan kualitas buku yang kita tulis berkualitas.

5. Melakukan penyuntingan

Setelah kita melakukan perbaikan mayor dalam segi hal isi buku kita, maka proses selanjutnya yaitu melakukan penyuntingan.

Proses penyuntingan ini erat dengan mendeteksi kesalahan kecil seperti typo, sampai susunan kalimat yang kurang pas.Proses penyuntingan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas buku kita. Dengan demikian proses penerbitan pun akan lebih cepat karena tidak ada banyak hal yang perlu diperbaiki editor.

6. Memilih penerbit yang tepat

Jika proses satu sampai lima di atas telah selesai, kini saatnya kita mencari jasa penerbitan bukunya. Pastikan kita memilih penerbit buku yang kredibel dan memiliki reputasi yang baik. Tentu saja salah satunya yaitu jasa penerbitan buku dari Detak Publisher.

Tahapan Proses Penerbitan Buku

Tahapan Proses Menerbitkan Buku Ilmiah dari Proses Penulisan sampai Pemasarannya

Setelah mengetahui tahapan proses penulisan buku ilmiah, kini saatnya kita untuk tahu tahapan proses penerbitannya yaitu:

1. Memilih penerbit buku akademik terpercaya

Karena topik dalam buku kita terkait dengan karya ilmiah maka pastikan kita memilih penerbitnya yang fokus di penerbitan buku akademik. Tidak cukup hanya sebagai penerbit buku akademik saja, tapi mereka juga harus penerbit yang memiliki jaringan distribusi yang luas.

Sebagai contoh Detak Publisher yang memiliki toko online setiap buku yang diterbitkannya. Sehingga para pembaca atau calon pembeli mudah dalam mengaksesnya. Dengan demikian, buku yang kita terbitkan banyak diketahui oleh pembaca.

Selain di website resmi kami, buku-buku yang diterbitkan di Detak Publisher juga bisa diakses secara online melalui Gramedia Digital dan Google Play Book. Dengan demikian, pembaca semakin mudah untuk mengakses setiap buku yang diterbitkan oleh Detak Publisher.

2. Proses evaluasi dan penyuntingan

Setelah kita menentukan siapa penerbit yang akan menerbitkan buku kita dan telah mengirimkannya maka pihak penerbitan akan melakukan proses evaluasi dan penyuntingan untuk penyempurnaan naskah. Tujuannya agar naskah kita memenuhi standar kualitas penerbit, memperbaiki kesalahan penulisan dan memastikan konsistensi gaya penulisan.

3. Pengurusan ISBN dan Hak Cipta

Buku ilmiah yang bisa diajukan untuk memperoleh KUM kriterianya ialah wajib ber-ISBN. Maka proses pengajuan ISBN masuk dalam tahapan proses penerbitan buku.

Dan supaya karya yang kita terlindungi dari pelanggaran hak cipta penerbit buku juga akan mengajukan proses pengurusan HaKI buku atau hak cipta. Hak cipta tersebut juga bisa kita ajukan untuk memperoleh nilai KUM yaitu dengan nilai 20 poin.

4. Proses desain dan layout

Agar buku yang kita terbitkan rapi dan memiliki halaman sampul yang menarik maka perlu adanya proses desain dan layout. Penerbit buku akan memiliki tim desain dan layout profesional untuk paket penerbitan yang mereka miliki.

5. Pencetakan dan distribusi

Setelah ISBN, HaKI buku telah didapat dan layout sampai desain sampul telah selesai, maka proses selanjutnya yaitu tahapan proses percetakan. Penerbit biasanya menawarkan opsi untuk mencetak dalam jumlah tertentu atau berdasarkan permintaan.

Nah, untuk distribusi ini bertujuan untuk menyebarkan luasan atau menjual buku kita kepada calon pembaca. Bisa didistribusikan ke perpustakaan, toko buku offline maupun online.

Tahapan Proses Menerbitkan Buku Ilmiah bagian Pemasaran dan Promosi

Agar buku yang kamu terbitkan dikenal dan dibeli oleh target audience maka bukumu tersebut harus dipromosikan atau dikenalkan. Proses mengenalkan bukumu ke target audience ini melalui proses pemasaran dan promosi.

Biasanya penerbit akan melakukan soft launching dengan mempublikasikan bukumu di media sosial mereka. Selain itu, agar bukumu semakin dikenal, beberapa penerbit akan mempublikasikannya melalui portal media berita online.

Promosi yang efektif untuk meningkatkan penjualan buku

Seperti halnya yang dilakukan oleh penerbit buku Detak Publisher. Nah, selain publikasi di medsos dan portal berita online, untuk semakin membuat penulis maupun bukunya di-notice oleh target audience, Detak Publisher juga menyediakan wadah bagi penulisnya untuk berbagi ilmu melalui podcast maupun webinar sebagai narasumber.

Nah, dari sini dapat kamu lihat ya, bahwa penerbit Detak Publisher tidak hanya fokus pada proses menerbitkan buku. Namun, Detak Publisher juga siap menjadi wadah untuk setiap penulisnya berkembang. Jadi, ketika kamu ingin menerbitkan buku, khususnya buku akademik, jangan ragu untuk menerbitkannya di Detak Publisher.

Apalagi biaya penerbitan buku di Detak Publisher cukup terjangkau. Detail paketnya bisa kamu lihat di sini: Jasa Penerbitan Buku Ber-ISBN Detak Publisher. Jika kamu ingin konsultasi atau langsung melakukan pemesanan silakan kunjungi link berikut: KONSULTASI/PEMESANAN.

Itulah pemaparan terkait dengan proses menerbitkan buku ilmiah. Semoga informasi di atas bisa membantumu untuk menerbitkan buku ilmiah pertamamu, ya. Tetap semangat dalam berkarya dan berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa!

Baca artikel terkait