Pengertian dan Ciri-Ciri Nilai Sosial yang Wajib Kamu Pahami

Berbagai aturan dalam masyarakat berperan penting dalam menciptakan keteraturan sosial. Nilai sosial merupakan dasar yang menghasilkan dan menetapkan aturan pokok tersebut.

Anggota masyarakat memandang nilai sosial sebagai prinsip standar atau patokan yang baik, penting, dicita-citakan, dan berguna bagi kehidupan manusia. Dengan kata lain, nilai sosial memiliki peran untuk mengarahkan perilaku individu atau kelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengertian dan Ciri-Ciri Nilai Sosial yang Wajib Kamu Pahami

Melalui artikel ini, kita mempelajari materi sosiologi nilai sosial, mulai dari pengertian, ciri-ciri, fungsi, dan jenis-jenisnya. Harapannya, setelah membaca tulisan ini, teman-teman bisa lebih paham mengenai aturan-aturan yang ada di masyarakat berdasarkan nilai sosial.

Apa itu Nilai Sosial?

Menurut Soerjono Soekanto, nilai sosial adalah sebuah konsep abstrak (tidak punya wujud atau tidak terlihat) yang ada di setiap diri individu. Tidak hanya dianggap baik/benar, masyarakat juga memandang konsep ini sebagai hal yang salah/buruk.

Sementara itu, Horton dan Hunt berpendapat bahwa nilai sosial sebagai gagasan yang bisa menjelaskan atau menguraikan suatu tindakan yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Lewat nilai sosial, perbuatan atau tingkah laku dianggap sangat perlu atau tidak.

Apa Ciri-Ciri Nilai Sosial?

Adapun ciri-ciri nilai sosial yang perlu kita pahami yaitu:

1. Hasil dari interaksi anggota masyarakat

Sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Hal ini yang mendorong manusia untuk terus melakukan interaksi, kerja sama, dan berhubungan dengan orang-orang sekitar.

Dari keterikatan tersebut, masyarakat mulai menyepakati batasan dan aturan bersama yang boleh dan tidak boleh dijalankan. Seiring waktu berlalu, kesepakatan dari hasil interaksi membuahkan nilai-nilai sosial yang masyarakat sampai saat ini.

2. Memiliki pengaruh yang berbeda-beda

Masyarakat Indonesia sangat bervariasi, mulai dari tingkat ekonomi, pendidikan, pekerjaan, hingga latar belakang etnis dan budaya. Keanekaragaman ini membuat setiap kelompok orang punya pandangan hidup serta perspektif yang berbeda dalam menilai suatu hal.

Misalnya, kelompok seniman tentu akan seniman tentu menjunjung tinggi nilai estetika atau keindahan dalam kehidupan mereka. Namun, baik kelompok masyarakat lain, jenis nilai tersebut tidak menjadi prioritas dan dipandang biasa saja.

3. Terlahir dari proses belajar

Nilai sosial bukan bawaan dari lahir, melainkan dipelajari secara bertahap lewat proses sosialisasi. Masyarakat menyerap nilai-nilai tersebut dari kebiasaan sehari-hari sembari mengobrol dan berkegiatan bersama keluarga, teman, maupun tetangga.

Dengan interaksi yang berlangsung berulang kali, anggota masyarakat mulai memahami dan memilih nilai mana yang cocok atau tidak dengan kepribadian mereka. Nilai yang terasa pas akan diserap menjadi prinsip hidup, sedangkan yang bertentangan akan ditinggalkan.

4. Berdampak positif maupun negatif

Penerapan suatu nilai sosial bisa memberikan efek yang berbeda kepada setiap individu, tergantung bagaimana cara memahaminya. Orang yang memegang teguh nilai religius akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, rendah hati, rajin melaksanakan ibadah, sabar, dan selalu bersyukur.

Namun di sisi lain, jika pemahaman nilai religius ini berlebihan, dampaknya bisa berubah menjadi pribadi yang kurang baik. Mungkin saja mereka akan memiliki sikap egois, sombong, menutup diri, dan selalu curiga.

5. Mengandung anggapan masyarakat secara umum

Nilai sosial adalah bentuk gagasan yang bersifat abstrak atau tidak bisa kita lihat atau sentuh secara fisik, namun hidup dalam tindakan serta pikiran masyarakat. Nilai ini memuat pandangan umum perihal hal-hal yang masyarakat anggap baik, pantas, atau bermanfaat bagi kehidupan bersama.

Sebagai contoh, sikap sopan santun yang disetujui semua orang sebagai hal yang harus dipraktikkan dalam keseharian. Walaupun bentuk perilakunya bisa berbeda-beda pada setiap individu, tapi nilai kesopanan tetap diakui oleh masyarakat.

6. Kehadiran nilai yang saling berkaitan

Setiap nilai yang ada di tengah masyarakat tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan satu sama lain. Setiap nilai membentuk kebiasaan yang rutin dilakukan hingga menjadi suatu sistem yang mengatur cara bermasyarakat.

Misalnya, kebutuhan primer seperti makanan dan pakaian akan saling melengkapi layaknya kebutuhan rohani seperti kebaikan dan kebenaran. Saat semua nilai berjalan beriringan, kehidupan bermasyarakat pun dapat berlangsung secara harmonis dan teratur.

Apa Saja Fungsi Nilai Sosial?

pengertian dan ciri-ciri nilai sosial

Berikut adalah beberapa fungsi utama nilai-nilai sosial yang berlaku pada masyarakat, yaitu:

  • Sebagai alat solidaritas masyarakat.
  • Membentuk sikap disiplin, mandiri, serta bertanggung jawab.
  • Mengawasi, membatasi, dan memotivasi individu untuk berperilaku sesuai ketentuan yang ada di masyarakat.
  • Mendorong anggota masyarakat agar bertindak sesuai peran agar tujuannya dapat tercapai dengan mudah.
  • Mengarahkan anggota masyarakat agar memiliki pola pikir serta perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku agar integrasi dan ketertiban sosial bisa tercipta dengan baik.
  • Menjadi penentu harga dan kelas sosial dalam struktur masyarakat.

Apa Jenis-Jenis Nilai Sosial?

Nilai sosial mengandung beragam nilai yang diyakini, diikuti, dan dipatuhi oleh sebagai besar masyarakat. Di bawah ini adalah tabel yang berisi penjelasan ringkas tentang jenis-jenis nilai sosial.

Kategori

Jenis Nilai

Penjelasan

Menurut Prof. NotonagoroNilai VitalSegala sesuatu yang berguna dan menunjang melakukan aktivitas sehari-hari.
Nilai MaterialSegala sesuatu yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan fisik atau jasmani manusia.
Nilai RohaniSegala hal yang berguna untuk jiwa atau kebutuhan batin manusia. Nilai ini terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  • Nilai kebenaran/logika
  • Nilai kebaikan/moral
  • Nilai keindahan/estetika
  • Nilai religius
Berdasarkan Ciri-cirinyaNilai InstrumentalNilai yang bersifat dinamis (dapat berubah) dan luwes terhadap hukum, biasanya diterapkan dalam lingkungan keluarga.
Nilai DominanNilai yang sangat diutamakan dan dianggap penting ketimbang nilai lainnya.
Nilai yang Mendarah DagingNilai yang sudah membentuk kepribadian individu sehingga dalam penerapannya tidak perlu banyak pertimbangan.
Berdasarkan FungsinyaNilai IntegratifNilai yang memberikan petunjuk atau arah bagi setiap anggota masyarakat demi menggapai tujuan bersama.
Nilai DisintegratifNilai yang bersifat terbatas dan hanya berlaku untuk kelompok di wilayah tertentu.

FAQ Seputar Nilai Sosial

Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang terkait dengan materi nilai sosial.

Q1: Mengapa nilai sosial sangat penting bagi kehidupan masyarakat?

Nilai sosial penting karena berfungsi sebagai landasan utama yang memelihara keteraturan serta keharmonisan dalam kehidupan masyarakat. Tanpa adanya nilai sosial, masyarakat akan kehilangan arah dan mudah mengalami kekacauan (anomie).

Q2: Apa perbedaan antara nilai sosial dan norma sosial?

Aspek

Nilai Sosial

Norma Sosial

BentukAbstrak (keyakinan maupun gagasan yang ada di dalam pikiran).Konkret (aturan tertulis dan tidak tertulis).
SifatPatokan utama tentang apa yang dianggap baik atau buruk.Aturan teknis yang berisi anjuran serta sanksi bagi yang melanggar.
ContohMenghargai kejujuran dan bertanggung jawab.
  • Tidak boleh mencontek saat ujian.
  • Tidak boleh menerobos lampu merah.

Nah, itulah penjelasan mengenai ruang lingkup nilai sosial yang perlu kita pahami dengan saksama. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait salah satu materi sosiologi ini semakin bertambah, ya! Semangat belajar dan sukses selalu!

Baca artikel terkait