

Ketika akan mencetak buku, brosur, majalah, atau kalender dalam jumlah banyak, pihak percetakan pasti merekomendasikan untuk memakai metode cetak offset. Salah satu alasan utamanya yaitu karena mesin yang digunakan mampu mencetak produk dalam skala masif dengan waktu yang sangat cepat.
Namun, sama halnya dengan teknologi lain, cetak offset memiliki kelebihan dan kekurangan. Metode ini dapat menjadi pilihan terbaik untuk menghemat biaya, tapi juga bisa menjadi pilihan kurang tepat jika kita ingin mencetak beberapa eksemplar buku atau lembar dokumen saja.
Melalui artikel ini, kita akan mengupas berbagai kelebihan dan kekurangan metode cetak offset. Selain itu, untuk menambah pengetahuan, teman-teman juga akan mempelajari tentang pengertian serta proses produksi cetak offset. Yuk, langsung saja kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Secara sederhana, kita dapat mendefinisikan cetak offset sebagai sebuah metode mencetak dokumen dengan cara memindahkan gambar atau teks dari plat logam cetak ke substrat (permukaan kertas) menggunakan bantuan rol karet khusus.
Dalam proses pengerjaannya, teknologi ini memanfaatkan sifat alami minyak dan air yang tidak bisa menyatu. Tinta yang berbahan dasar minyak hanya dapat menempel pada bagian plat logam yang memuat desain, sedangkan area yang kosong akan dilapisi air supaya tetap bersih. Berkat sistem yang cerdas ini, mesin offset mampu menghasilkan cetakan dalam jumlah banyak dengan kualitas yang tajam, jernih, dan presisi tinggi.
Berikut adalah tahapan dalam proses cetak offset yang perlu kita ketahui, yaitu:
Tahap pertama dalam proses cetak offset yakni dimulai dari depan layar komputer. Desain cetakan atau naskah buku yang sudah rampung akan diperiksa dan disiapkan.
Setelah semua aspek sudah tepat, file desain digital tersebut akan operator pindahkan ke atas lembaran plat logam khusus dengan memanfaatkan teknologi penyinaran (imaging) dan siap dipasang ke mesin cetak.
Setelah plat logam dipasang di dalam mesin, proses pewarnaan bisa dimulai dengan cara direndam air terlebih dahulu. Air tersebut sengaja dialirkan agar menempel di area plat yang kosong (tidak ada gambar), sehingga saat disemprotkan, tinta tersebut hanya akan menempel di bagian plat yang memuat desain.
Gambar atau tulisan pada plat tersebut akan ditransfer terlebih dahulu ke sebuah rol karet besar. Kemudian, rol karet akan berputar dan mengecap desain ke atas permukaan kertas dengan sangat rapi.
Ketika lembaran-lembaran kertas keluar dari mesin cetak, proses ini sepenuhnya rampung karena masih harus masuk ke tahap penyempurnaan. Kertas yang sudah dicetak akan dipotong sesuai ukuran, dilipat sesuai urutan, atau dilaminasi agar tampilannya terlihat rapi dan siap digunakan.

Berikut adalah beberapa kelebihan atau keunggulan cetak offset dibandingkan metode cetak lainnya.
Salah satu alasan utama cetak offset menjadi populer karena hasil akhirnya yang tajam dan jernih. Mesin ini mampu menampilkan gambar dengan resolusi yang sangat tinggi, sehingga detail sekecil apa pun serta garis-garis tipis pada desain akan tercetak dengan sangat presisi tanpa terlihat pecah.
Metode cetak offset tergolong sangat ekonomis jika kita akan memproduksi dokumen dalam jumlah besar sekaligus. Meskipun modal awal terasa berat, harga ongkos cetak per lembarnya akan jauh lebih murah seiring dengan semakin banyaknya jumlah kertas yang akan kita cetak.
Kelebihan cetak offset berikutnya yaitu berkaitan reproduksi warna yang akurat sesuai dengan warna asli desain yang digunakan. Selain mampu meniru warna-warna yang spesifik dan sensitif, teknologi ini juga menjamin konsistensi dari lembaran pertama hingga lembaran terakhir.
Tidak hanya kertas biasa, mesin cetak offset juga dapat bekerja dengan sangat baik di berbagai jenis media atau bahan lain. Mulai dari yang memiliki tekstur tebal, kasar, kertas daur ulang, sampai bahan plastik tipis maupun kain.
Setiap teknologi pasti memiliki kekurangan masing-masing, begitu pula dengan cetak offset. Berikut adalah 3 kelemahan cetak offset yang perlu dipahami:
Kekurangan cetak offset pertama adalah terdapat biaya ekstra yang harus kita bayar di awal untuk membuat cetakan plat logam. Perlu kita ketahui bahwa satu plat hanya berlaku untuk satu desain. Jadi, jika punya variasi desain yang beragam, maka biaya atau modal awal yang harus kita keluarkan akan semakin membengkak.
Proses cetak offset tidak bisa selesai dalam sekejap atau dapat kita tunggu seperti mesin fotokopi karena persiapan awal (setup) yang cukup rumit. Operator percetakan harus membuat plat terlebih dulu, memasangnya ke mesin, hingga menyelaraskan harmoni antara warna dan tinta. Dengan demikian, butuh waktu beberapa hari sampai buku atau brosur kita selesai dicetak.
Karena proses persiapan yang memakan waktu dan biaya pembuatan plat di awal yang tidak murah, cetak offset sangat tidak disarankan mencetak beberapa puluh lembar saja. Jika kita paksakan, total biaya yang kita keluarkan untuk setiap lembarnya akan terasa sangat mahal dan bisa menguras kantong.
Agar semakin mudah dicerna, berikut penjelasan kelebihan dan kekurangan cetak offset yang kami sajikan dalam bentuk tabel.
Kelebihan Cetak Offset | Kekurangan Cetak Offset |
| Hasil cetak terjamin jernih, detail, serta berkualitas tinggi tanpa pecah. | Harus membayar biaya ekstra di awal untuk pembuatan plat logam khusus. |
| Semakin banyak dokumen yang dicetak, maka biaya yang dikeluarkan semakin murah. | Sangat tidak cocok untuk mencetak dalam jumlah sedikit dan harganya akan sangat mahal untuk cetak satuan atau skala kecil. |
| Mampu meniru warna desain yang rumit dan konsisten dari lembar pertama sampai akhir dengan akurat. | Membutuhkan waktu produksi beberapa hari karena persiapan (setup) mesin yang relatif rumit. |
| Bersifat fleksibel, yaitu dapat dicetak di atas kertas tebal, bertekstur, kertas daur ulang, plastik tipis, hingga kain. | Satu plat hanya untuk satu desain. Jika ada salah ketik setelah plat dibuat, harus membayar plat baru lagi. |
Berikut adalah 3 pertanyaan beserta jawaban tentang kelebihan dan kekurangan cetak offset yang sering orang-orang ajukan.
Apabila kesalahan cetak berasal dari percetakan, maka kita bisa minta ganti rugi. Namun, jika kesalahan tersebut bermula dari file atau desain yang kita berikan, maka harus cetak ulang dan mengeluarkan uang lagi untuk pembuatan plat logam.
Agar kesalahan ini tidak terjadi, kita harus memastikan bahwa desain sudah benar-benar pasti dan file siap dicetak sebelum produksi.
Nah, itulah penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan cetak offset yang perlu kita ketahui. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman memiliki gambaran yang lebih jelas dan alasan pasti mengapa harus menggunakan teknologi cetak ini.