

Salah satu bentuk apresiasi kita kepada seorang penulis yaitu dengan membeli karyanya. Namun, di antara kita mungkin pernah membeli buku bajakan karena tergiur oleh harga yang murah.
Buku bajakan bukan sekadar masalah pelanggaran hak cipta, melainkan juga tentang penurunan kualitas fisik yang cukup besar dibandingkan versi aslinya. Selain meningkatkan wawasan, dengan memahami ciri-ciri buku bajakan, kita akan menjadi lebih bijak dan waspada dalam memilih bahan bacaan.
Melalui artikel ini, kita akan mencari tahu apa saja ciri-ciri buku bajakan yang beredar di pasaran. Harapannya, setelah membaca informasi ini, teman-teman tidak lagi tertipu oleh cover buku yang tampak serupa nama kualitasmya jauh berbeda. Langsung saja, mari kita simak isi artikel berikut ini.
Sebelum masuk ke inti tulisan ini, kita perlu mengenal apa itu buku bajakan terlebih dahulu. Secara sederhana, kita dapat mengartikan buku bajakan sebagai buku yang dicetak dan diedarkan secara ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan kata lain, buku tersebut tidak didistribusikan secara resmi oleh penulis maupun penerbit sebagai pemegang hak cipta.
Mengapa buku tersebut dianggap ilegal atau bajakan? Jawabannya, karena diperbanyak dan disebarluaskan oleh pihak yang tidak punya hak cipta. Buku-buku tidak resmi ini juga kita kenal dengan berbagai istilah seperti buku KW, buku repro, buku non-ori, hingga replika.
Praktik pembajakan ini tidak hanya menerpa buku fisik (cetak), tapi juga buku berformat digital (e-book). Banyak oknum yang memindai buku cetak menjadi bentuk PDF atau menjual kembali fokunen digital tanpa izin resmi pemiliknya.
Salah satu faktor penyebabnya yaitu kemajuan teknologi yang justru mempermudah para pelaku untuk menyebarkan karya orang lain secara ilegal dengan skala yang lebih luas. Jika masalah ini terus terjadi dan tidak ada penanganan serius, maka akan berdampak buruk pada kesejahteraan penulis dan keberlangsungan industri literasi.
Secara kasat mata, ciri utama buku bajakan sangat terlihat dari kualitas cetakan yang buruk dan bahan kertas cenderung kasar atau tipis. Namun, tidak hanya itu, ciri-ciri buku bajakan yang lebih lengkap adalah sebagai berikut:
Bagian pertama yang paling mudah kita lakukan ketika memeriksa sebuah buku adalah memperhatikan cover atau sampulnya. Biasanya, buku bajakan memiliki tampilan luar yang kurang optimal atau tidak memenuhi standar kualitas pasar. Sebab, proses produksinya dilakukan secara terselubung dan sembarangan demi mengejar harga murah.
Pada buku original atau asli, tampilan permukaan cover terlihat sangat rapi, licin, dan cerah. Seluruh informasi, mulai dari judul, nama penulis, hingga logo penerbit tercetak dengan tajam sehingga membuat pandangan pembaca menjadi nyaman dan mudah terbaca.
Sebaliknya, cover buku bajakan sering kali tampak mengecewakan. Teks pada sampulnya terlihat buram atau pecah-pecah sehingga sulit dibaca dengan jelas. Di samping itu, warnanya cenderung pudar dan tidak cerah, terlihat sangat berbeda jika kita bandingkan dengan versi aslinya yang jauh lebih tajam dan hidup.
Ciri buku bajakan yang kedua yaitu kita bisa lihat dari kualitas penjilidannya yang sangat rendah. Dikarenakan prosesnya yang seenaknya, usia buku ini tidak awet atau cepat rusak. Jangan merasa bingung jika baru kita membaca sebentar, lembaran kertas atau bahkan covernya mendadak terlepas dari buku tersebut.
Kondisi buruk ini sering kali kita dapati saat buku tersebut masih berada di tangan penjual. Banyak ditemukan kasus di mana halaman buku sudah copot padahal penjual mengeklaim bahwa bukunya masih baru dan bukan barang bekas. Hal ini jelas menunjukkan bahwa proses produksinya tidak memperhatikan ketahanan buku sama sekali.
Berbeda jauh dengan buku asli, penerbit resmi seperti Detak Publisher selalu mengutamakan kepuasan pembacanya. Sebagai penerbit sekaligus percetakan profesional, kami menggunakan bahan berkualitas tinggi dan teknik penjilidan yang kuat agar buku tetap awet meskipun sering dibaca. Dengan membeli buku asli, kita tidak hanya menghargai hak cipta, tapi juga mendapatkan kualitas fisik yang jauh lebih terjamin daripada buku bajakan.
Untuk itu, jangan ragu memakai jasa penerbitan buku dari Detak Publisher. Selain proses cepat dan harga terjangkau, kami juga memberikan berbagai keuntungan lainnya, seperti gratis pengurusan HaKI serta pendampingan intensif selama proses penerbitan. Bagi teman-teman yang tertarik silahkan hubungi kami di kontak ini, ya: Konsultasi/Pemesanan.

Ciri buku bajakan selanjutnya yaitu berkaitan dengan kualitas setiap huruf dan kalimat yang tercetak. Pada umumnya, kualitas tulisan pada buku original atau diterbitkan secara resmi terlihat tajam dan sangat nyaman di mata pembaca. Hal ini dapat terealisasikan karena penerbit tidak ragu memakai tinta bermutu tinggi dalam kegiatan produksinya.
Sebaliknya, buku bajakan kebanyakan dicetak dengan cara asal-asalan dan kurang hati-hati demi memperoleh keuntungan besar. Para pelaku pembajakan cenderung menggunakan tinta berkualitas paling rendah untuk meminimalisir biaya produksi. Hasilnya, tulisan terlihat kusam, berbayang, atau bahkan sulit terbaca karena tipisnya tinta.
Selain memperhatikan tampilan cover, cara paling gampang untuk mengenali buku bajakan adalah dengan melihat kejelasan teksnya. Apabila kita menemukan buku dengan tulisan yang pudar dan tidak merata, dapat kita pastikan bahwa buku tersebut hasil dari pembajakan.
Buku palsu atau bajakan sangat mudah kita kenali dari bahan kertas yang digunakan. Biasanya, pelaku pembajakan memilih kertas yang mutunya jauh di bawah standar buku ori dengan dalih menghemat biaya produksi. Hal ini yang menyebabkan tampilan kertas pada buku bajakan terlihat kusam atau memakai jenis kertas buram yang tidak nyaman di mata.
Apabila pembajak menggunakan kertas HVS putih, maka kertas tersebut sangat tipis dan ringan karena gramasi yang rendah. Ketika kita membaca buku bajakan, lembaran buku terasa sangat ringkish dan gampang sekali robek walaupun kita sudah membaliknya dengan hati-hari. Tekstur kertasnya juga terkesan tidak lembut saat bersentuhan dengan tangan.
Ciri buku bajakan terakhir yang paling mencolok adalah harganya yang tidak masuk akal. Sering kali kita menyaksikan buku-buku ini dijual dengan harga yang sangat murah ketimbang harga asli di toko buku resmi. Hal ini yang menjadi alasan mengapa banyak orang tergoda untuk membelinya karena merasa bisa lebih berhemat.
Harga murah ini tercermin dari kualitas kertas yang rendah, tinta yang ala kadarnya, serta teknik penjilidan yang rapuh. Karena modal untuk produksinya sangat minim, pembajak dapat menjualnya dengan harga yang jauh lebih rendah.
Walaupun terlihat sangat menguntungkan, harga ramah di kantong ini sebanding dengan kualitas yang akan diperoleh. Membeli buku dengan harga yang tidak wajar berarti kita mengorbankan kenyamanan membaca dan daya tahan buku tersebut. Jadi, jangan pernah tergoda dengan harga murah jika ingin mendapatkan buku yang awet dan berkualitas.
Nah, itulah penjelasan mengenai ciri-ciri buku bajakan yang wajib kita ketahui sebagai penggiat literasi. Semoga setelah membaca informasi ini, teman-teman dapat lebih waspada dan teliti ketika akan membeli buku baru, ya! Selamat membaca!