

Mengonversi karya tulis ilmiah (KTI) seperti skripsi, tesis, disertasi, atau artikel jurnal menjadi buku merupakan langkah strategis yang banyak ditempuh dosen. Selain memperluas diseminasi keilmuan, buku juga berkontribusi terhadap rekam jejak akademik dan pengembangan karier profesional.
Namun, proses konversi ini tidak bisa dilakukan secara sederhana dengan memindahkan naskah lama ke format buku. Salah satu persoalan yang kerap muncul adalah self plagiarisme. Yakni kemiripan tinggi antara buku yang disusun dengan karya ilmiah yang pernah dipublikasikan sebelumnya.
Nah, agar buku yang kamu hasilkan tetap memenuhi standar akademik dan aman dari persoalan etika, sebagai dosen, kamu perlu memahami dan menerapkan berbagai tips menghindari self plagiarisme. Di artikel ini akan kamu bahas panduan praktis yang relevan untuk penulis akademik yang ingin menghasilkan buku berkualitas dan rendah tingkat kemiripannya. Yuk, simak pemaparan lengkapnya di bawah ini:
Self plagiarisme merujuk pada penggunaan kembali karya sendiri yang telah dipublikasikan tanpa pengolahan ulang yang memadai dan tanpa penjelasan yang jelas. Dalam konteks konversi KTI menjadi buku, praktik ini sering terjadi ketika penulis menyalin struktur dan redaksi naskah lama secara langsung.
Tidak sedikit dosen beranggapan bahwa penggunaan ulang karya sendiri tidak menimbulkan masalah. Padahal, baik institusi pendidikan tinggi maupun penerbit memiliki ketentuan terkait batas kemiripan naskah, termasuk terhadap karya penulis itu sendiri.
Jika tidak kamu tidak mengantisipasinya sejak awal, self plagiarisme dapat berdampak pada penolakan naskah oleh penerbit, tidak lolosnya penilaian akademik, hingga munculnya persoalan etik yang merugikan penulis. Jadi, pastikan kamu paham ini dan susun bukumu sebaik mungkin.
Untuk tips atau cara menghindari plagiarisme selengkapnya bisa kamu lihat di bawah ini:
Karya tulis ilmiah umumnya mengikuti struktur baku yang ketat, seperti pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil, dan pembahasan. Struktur ini sangat berbeda dengan buku ilmiah yang lebih fleksibel dan berorientasi pada alur pemahaman pembaca.
Dalam proses konversi, dosen disarankan untuk menyusun ulang kerangka buku. Misalnya dengan menggabungkan beberapa bab, menyusun pembahasan secara tematik, atau mengubah urutan penyajian materi.
Parafrase yang aman dari self plagiarisme bukan sekadar mengganti beberapa kata dengan sinonim. Kamu perlu menulis ulang gagasan dengan konstruksi kalimat yang berbeda dan alur penjelasan yang lebih mengalir.
Pendekatan ini dapat kamu lakukan dengan menyederhanakan kalimat akademik yang terlalu panjang, mengubah sudut pandang penyampaian, serta menyesuaikan gaya bahasa agar lebih komunikatif. Hal ini pun akan berdampak baik untuk keterbacaaan konten di bukumu bagi pembacanya.
Buku hasil konversi sebaiknya memuat pengembangan dari karya sebelumnya. Kamu dapat menambahkan studi kasus terbaru, contoh aplikatif, pembaruan data, atau pembahasan lanjutan yang belum tercantum dalam KTI.
Pengembangan materi ini menunjukkan bahwa buku merupakan karya baru yang mengalami perluasan dan pendalaman, bukan sekadar pengulangan. Nah, semakin besar porsi pengembangan, semakin kecil risiko buku dikategorikan sebagai self plagiarisme.
KTI umumnya ditulis untuk kepentingan akademik yang sangat spesifik. Sedangkan buku ilmiah memiliki cakupan pembaca yang lebih luas. Oleh karena itu, penyesuaian gaya bahasa menjadi hal yang tidak terelakkan.
Kalimat yang terlalu teknis dapat disederhanakan tanpa menghilangkan ketepatan makna ilmiah. Penjelasan konsep juga dapat diperluas agar lebih mudah dipahami oleh pembaca nonspesialis.
Dalam beberapa bagian, penggunaan ulang materi dari karya lama mungkin tidak dapat kamu hindari. Terutama pada konsep dasar atau kerangka teoretis.
Pada kondisi ini, sebagai penulis, kamu perlu mencantumkan keterangan bahwa bagian tersebut merupakan adaptasi dari karya sebelumnya. Transparansi semacam ini penting untuk menjaga integritas akademik dan menunjukkan kepatuhan terhadap etika penulisan ilmiah.
Sebelum naskah kamu ajakan ke penerbit atau instansi terkait, sebaiknya kamu melakukan pengecekan similarity secara mandiri. Langkah ini bisa membantumu untuk mengidentifikasi bagian naskah yang masih terlalu mirip dengan KTI sebelumnya.
Hasil pengecekan dapat kamu jadikan dasar untuk melakukan revisi lebih lanjut sehingga risiko penolakan dapat diminimalkan. Nah, untuk software untuk mengecek plagiarisme ini biasanya menggunakan Turnitine.
Untuk kamu yang memiliki keterbatasan waktu, pendampingan profesional dalam proses konversi KTI menjadi buku dapat menjadi solusi yang tepat. Pihak yang berpengalaman umumnya memahami standar penerbitan dan batas toleransi kemiripan naskah.
Bahkan, di beberapa penyedia jasa mereka tidak hanya memberikan pelayanan konversi naskah. Melainkan konversi naskah KTI ke buku yang siap diperjual belikan. Yang tentu hasilnya sesuai dengan ketentuan karya tulis yang berlaku. Jika tidak sesuai standar pasti akan mengalami penolakan dari Perpusnas ketika mengajukan ISBN.
Nah, salah satu rekomendasi jasa konversi KTI menjadi buku yang profesional dapat kamu temukan di Detak Publisher. Sebagai bagian dari penerbit buku anggota IKAPI yang telah beroperasi sejak 2017, Detak Publisher siap memberikan pelayanan terbaiknya.
Paket yang bisa kamu pilih untuk melakukan konversi pun beragam. Sehingga kamu bisa memilih sesuai dengan kebutuhan. Untuk detail paket bisa kamu lihat pada uraian di bawah ini:

Paket ini sangat cocok untuk kamu yang ingin mengubah laporan penelitian seperti jurnal, skripsi, tesis dan disertasi menjadi buku tanpa ribet. Kamu cukup mengirimkan karyamu dan kami akan melakukan restruktur naskah. Biayanya tidak mahal, hanya Rp2.050.000 saja dengan berbagai layanan dan fasilitas sebagai berikut ini:
Daftar layanan yang akan kamu peroleh:
Dan berikut ini ialah benefit yang akan kamu peroleh:

Detail fasilitas dan benefit yang akan kamu dapatkan dari paket konversi gratis HaKI:
Berikut ini ialah detail fasilitas yang akan kamu dapatkan dengan hanya mengeluarkan uang sebesar Rp2.300.000:
Dan berikut ini ialah benefit yang akan kamu peroleh:
Bagaimana, paket konversi mana nih yang mau kamu pilih. Jika masih bingung atau ingin langsung pesan saja silakan kunjungi link berikut: KONSULTASI/PEMESANAN.